Translate

Minggu, 18 Desember 2016

Teori Komunikasi

MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS
TEORI KOMUNIKASI”



DISUSUN OLEH:
Muhammad Iqbal
133112340350012       
FE-Akuntansi

UNEVERSITAS NASIONAL JAKARTA
2015


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ____________________________________________________________ ii
PEMBAHASAN
I.     DEFINISI KOMUNIKASI
1.1  Definisi Komunikasi _______________________________________________________ 1
1.2  Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli ___________________________________ 1

II.   MODEL-MODEL KOMUNIKASI
2.1 Pengertian Model____________________________________________________ 3
2.2  Fungsi Model________________________________________________________ 3
2.3 Tipologi Model______________________________________________________ 4
2.4    Model-Model Komunikasi _____________________________________________ 5

III. ETIKA KOMUNIKASI
3.1  Pengertian Etika Komunikasi Bisnis ______________________________________ 9
3.2  Pengertian Etika Komunikasi ___________________________________________ 9
3.3  Contoh Teknik komunikasi yang baik _________________________________________10

IV.   PENTINGNYA MEMAHAMI TEORI KOMUNIKASI
4.1    Pengertian Teori Komunikasi____________________________________________ 12
4.2    Aspek Utama Bidang Komunikasi_______________________________________ 12
4.3    Elemen Dasar Komunikasi____________________________________________ 13
4.4    Contoh Penerapan Teori Komunikasi_____________________________________ 14
DAFTAR PUSTAKA_____________________________________________________________ iii
KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.  Makalah tentang “Teori Komunikasi“ ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Bisnis dan diharapkan melalui makalah ini, kami selaku penulis dapat lebih memahami tentang Teori Komunikasi dan mampu menerapkan metode penulisan makalah dengan baik dan benar.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam proses penyusunan makalah ini. Semoga penyusunan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat memberikan inspirasi bagi penulis yang lain.


                                                                       
                                                                                                            Jakarta, 28 September 2015










PEMBAHASAN
“TEORI KOMUNIKASI”

I.         DEFINISI KOMUNIKASI
1.1 Definisi Komunikasi
Secara Bahasa, Komunikasi berasal dari bahasa Latin, “comunicare”, artinya “to make common’ yang berarti membuat kesamaan pengertian, kesamaan persepsi. Komunikasi juga berasal dari kata “common” dalam bahasa Inggris yang berarti “sama”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan
pesan atau berita yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Komunikasi adalah proses kegiatan pemindahan atau penyampaian berita atau informasi yang mengandung arti dan makna dari satu pihak ke pihak lainnya dalam usaha untuk saling pengertian.

1.2  Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah definisi komunikasi dari beberapa ahli;
·           Dr. Phil Astrid Susanto, dalam bukunya “Komunikasi dalam Teori dan Praktik” Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti.
·           Keith Davis dalam bukunya “Human Relation at work”
Communication is the process of passing information and understanding from one person to another. Komunikasi adalah proses jalur informasi dan pengertian dari seseorang keorang lain.
·           Benny Kaluku dalam bukunya “Planning”
Komunikasi adalah proses penyampaian pengertian dan mengandung semua unsur prosedur yang dapat mempertemukan suatu pemikiran dengan pemikiran lainnya.
·           John R. Schemerhorn CS, dalam bukunya yang berjudul “Managing Organzational Behavior” menyatakan bahwa Komunikasi itu dapat diartikan sebagai proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.
·           James A. F. Stoner dalam bukunya berjudul “Manajemen” menyebutkan bahwa Komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.
·           Hovland, Janis & Kelley:1953
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
·           Gode, 1959
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.

 Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi kepada orang lain. Kata kunci dalam komunikasi adalah pesan, dari pesan itulah sebuah proses komunikasi dimulai. Komunikasi terjadi terjadi karena ada pesan yang ingin atau harus disampaikan kepada pihak lain.







II.      MODEL-MODEL KOMUNIKASI
2.1 Pengertian Model Komunikasi
Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Menurut Sereno dan Mortensen model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi.
Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model.

2.3  Fungsi Model
Gordon Wiseman dan Larry Barker mengemukakan ada tiga fungsi model komunikasi:
1.    melukiskan proses komunikasi.
2.    menunjukan hubungan visua
3.    membantu dalam mengemukakan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.
Deutch menyebutkan bahwa model memiliki empat fungsi:
1.    mengorganisasikan (kemiripan antara data dan hubungan),
2.    prediktif (memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau tidak hingga yang kuantitatif
     yang berkenaan dengan kapan dan berapa banyak)
3.    heuristik (menunjukan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui)
4.    pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi.
Fungsi-fungsi tersebut pada gilirannya merupakan basis untuk menilai suatu model:
·      Seberapa umum (general) model tersebut?
·      Seberapa banyak bahan yang diorganisasikannya, dan seberapa efektif?
·      Seberapa heuristik model tersebut? Apakah ia membantu menemukan hubungan-hubungan
     baru, fakta, atau metode?
·      Seberapa penting prediksi yang dibuat dari model tersebut bagi bidang penelitian? Seberapa
     strategis prediksi itu pada tahap perkembangan bidang tersebut?
·      Seberapa akurat pengukuran yang dapat dikembangkan dengan model tersebut?

Irwin D.J. Bross menyebutkan beberapa keuntungan model. Model menyediakan kerangka rujukan untuk memikirkan masalah, bila model awal tidak berhasil memprediksi. keuntungan lain pembuatan model adalah terbukanya problem abstraksi.

2.3 Tipologi Model
Model dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah Model simbolik yang terdiri dari model matematik dan Model verbal; lalu model fisik yang terdiri dari model ikonik dan model analog.
Model verbal adalah model atau teori yang dinyatakan dengan kata-kata, meskipun bentuknya sangat sederhana. Model verbal sangat berguna terutama untuk menyatakan hipotesis atau menyajikan hasil penelitian. Model verbal ini sering dibantu dengan grafik, diagram, atau gambar. Contohnya adalah model struktur organisasi, yang dilihat dari perspektif komunikasi organisasi, tingkat-tingkat jabatan dan hubungan kerja (komunikasi formal) berbagai jabatan tersebut.
Model fisik secara garis besar terbagi dua, yakni model ikonik yang penampilan umumnya
(rupa, bentuk, tanda) menyampaikan objek yang dimodelkan. Seperti model pesawat terbang, maket sebuah gedung atau kompleks. Sebagan model ikonik, selain menyerupai objek aslinya juga menunjukan sebagian fungsi penting objek yang dimodelkan. Contoh terbaik model ikonik ini adalah model kendaraan seperti pesawat terbang, kapal laut, kereta api. Menurut Bross, model menyajikan suatu proses abstraksi. Pesawat terbang yang sebenarnya menyajikan proses suatu abstraksi.
Perkembangan model simbolik, khususnya model matematik penting dalam profesi  ilmuwan. Pembuatan model adalah upaya penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan kuantitas model yang dihasilkannya menandai kematangan ilmiah disiplin tersebut.
Berdasarkan model-model komunikasi Lasswell, Shannon dan Weaver serta Schramm, yang linier namun terkenal itu misalnya, muncul model-model yang sirkuler. Dilihat dari jumlah unsur yang mengidentifikasi dalam fenomena komunikasi, model-model lebih mutahir menambahkan unsur-unsur baru yang dalam model lama tidak disebut. Misalnya lingkungan fisik, seperti dalam model Gudykunst dan Kim. dan konteks waktu dalam model Tubbs.
Model Gerbner merupakan perluasan dari model Lasswell, model Westley dan MacLean dari model Newcomb dan model DeFleur dari model Shannon dan Weaver. Schramm yang mengemukakan teori peluru komunikasi (the bullet theory of communication) sebagai model verbal mengenai efel komunikasi pada tahun 1950-an harus merevisi modelnya tersebut dalam dekade berikutnya.

2.5    Model-Model Komunikasi
1.        Model Stimulus Respon (S-R)
        Model S-R adalah model komunikasi paling dasar yang menunjukkan komunikasi sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana.Model S-R terbagi dua yaitu :
a.       Model S-R Positif-positif
Sebagai contoh,ketika anda sedang berjualan di kampus dan bertemu dengan teman anda,maka anda akan menjajakan jualan anda dan teman anda berminat dan membeli barang jajaan anda tersebut.Dari contoh tersebut merupakan reaksi S-R yang bersifat Positif-positif.
b.      Model S-R Negatif-negatif
Sebagai contoh anda yang sedang berjualan  dikampus dan bertemu dengan teman anda,dan anda berusaha untuk menghindari teman anda agar teman anda tidak membeli jajanan tersebut dan teman andapun menjadi berstimulus yang kurang baik terhadap anda karena sikap anda.

2.        Model Aristoteles
Model komunikasi yang paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Model ini sering disebut sebagai seni berpidato. Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis .
3.        Model Laswell
Model ini sama dengan unsure komunikasi pada umumya dimana model komunikasi ini berupa ungkapan verbal,yakni:
1.Who => Komunikator (orang yang menyampaikan informasi)
2.Says What => Pesan (Informasi yang disampaikan oleh Komunikator)
3.In Whichh Channel => Media ( Alat atau perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi)
4.To Whom => Komunikan ( Orang yang menerima informasi dari komunikator)
5.With what Effect => Efek ( Reaksi yang dihasilkan atau ditunjukkan oleh komunikan setelah mendengar informasi yang disampaikan oleh komunikan).

4.        Model Newcomb
 Komunikasi adalah suatu cara yang lazim dan efektif yang memungkinkan orang-orang
mengorientasikan diri terhadap lingkungan mereka. Ini adalah model tindakan komunikatif dua orang yang disengaja. Model ini mengisyaratkan bahwa setiap sistem ditandai oleh suatu keseimbangan atau simetri, karena ketidak keseimbangan atau kekurangan simetri secara psikologis tidak menyenangkan dan menimbulkan tekanan internal untuk memulihkan keseimbangan.

5.        Model Westley dan Mclean
       Model ini berbicara dalam dua konteks, komunikasi interperonal dan massa. Dan perbedaan yang paling penting diantara komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik (feedback). Di interpersonal, umpan balik berlangsung cepat dan langsung, sedang di komunikasi massa, umpan baliknya bersifat tidak langsung dan lambat.

6.        Model Gabrner
Seseorang (sumber,komunikator) mempersepsi suatu kejadian dan bereaksi dalam suatu
situasi melalui suatu alat untuk menyediakan materi dalam suatu bentuk dan konteks dan mengandung isi yang mempunyai suatu konsekuensi.

7.        Model Berlo
Model ini juga dikenal sbg model SMCR. Sumber (Source), pesan (Message), saluran (Channel), dan penerima (Receiver). Sumber adalah pembuat pesan. Pesan adalah gagasan yang diterjemahkan atau kode yang berupa simbol-simbol. Saluran adalah media yang membawa pesan. Dan penerima adalah target dari komunikasi itu sendiri.

8.        Model Defleur
 Model ini merupakan model komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat medium massa dan perangkat umpan balik. Model ini menggambarkan sumber, pemancar, penerima, dan tujuan sebagai fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa.

9.        Model Tubb
Model ini sepenuhnya berbicara tentang komunikasi antara 2 orang. Model ini sesuai dengan konsep komunikasi sebagai transaksi. Yang mengasumsikan bahwa 2 orang komunikator sebagai pengirim pesan (sender) dan sekaligus sebagai penerima pesan (receiver). Saat kita berbicara (mengirim pesan), sebenarnya kita sekaligus mengamati tingkah laku lawan bicara kita dan kita bereaksi terhadap itu. Proses itu bersifat timbal balik dan juga spontan dan serentak. Pesan di dalam model ini dapat berupa verbal maupun non verbal. Dapat disengaja maupun tidak. Salurannya berupa panca indera.

10.    Model Gudykunyts dan Kim
 Model ini merupakan model komunikasi antarbudaya, yakni komunikasi antara orang
orang yang berasal dari budaya berlainan, atau komunikasi dengan orang asing (stranger).

11.    Model Interaksional
Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksisosial, tepatnya melalui apa yang disebut pengambilan peran orang lain. Diri berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan orang terdekatnya seperti keluarga dalam suatu tahap yang disebut tahap permainan dan terus berlanjut hingga kelingkungan luas dalam suatu tahap yang disebut tahap perbandingan















III.   ETIKA KOMUNIKASI
3.1 Pengertian Etika Komunikasi Bisnis
Etika komunikasi bisnis adalah serangkaian prinsip dasar atau aturan komunikasi yang dilakukan dalam berbisnis. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal) tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika komunikasi bisnis tidak jauh berbeda dengan etika dalam berkomunikasi. Setiap perusahaan memiliki etika komunikasi bisnis masing-masing, sehingga memiliki aturan dan poin etika yang berbeda. Namun tidak seperti etika bisnis, biasanya etika komunikasi bisnis tidak ditulis secara resmi oleh setiap perusahaan. Perusahaan hanya membuat etika bisnis sehingga implementasinya mempengaruhi cara komunikasi bisnis mereka.

3.2  Pengertian Etika Komunikasi
Etika komunikasi dapat dikatakan sebagai serangkaian prinsip dasar atau aturan dalam
melakukan komunikasi, yang mencakup seluruh komponen proses komunikasi. Sebab itu Komunikasi sering kali menjadi masalah karena tidak nyambung dalam penyampaian. Mungkin setiap kata sudah terpikirkan dan diucapkan dengan jelas, namun pasti ada saja yang menjadi hambatan. Komunikasi menjadi sebuah seni, membutuhkan rasa dan tingkat keilmuan yang tinggi. Dalam berkomunikasi tidak sembarang mengucap, mendengar dan yang menghasilkan bunyi. Jika salah bicara, maka orang yang kita ajak bicara bisa sensitif dan bisa menjadi masalah. Dalam berkomunikasi ada etika seperti dalam bahasa inggris, yaitu 5W+1H yaitu sebagai berikut :
·           Who (siapa) Mengetahui siapa yang diajak bicara, seperti pandangan mata agar kita menghargai lawan bicara.
·           What (apa) Lawan bicara harus tau apa yang sedang dibicarakan, karena jika tidak mengetahui apa yang dibicarakan pasti membuat kita merasa jengkel.
·           Where (dimana) Berkomunikasi harus tahu tempat, jika saja berbicara pendapat tentang sesuatu yang tidak disukai, maka bisa saja orang sekitar kita merasa tidak suka dengan pendapat kita.
·           When (kapan) Tidak mudah untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi.
·           Why (mengapa) Pertanyaan ini agar fokus dengan tujuan pembicaraan.
·           How (bagaimana) Cara kita berkomunikasi dengan penyampaian yang jelas. Jika kita salah penyampaian, jadi salah juga kita dalam beretika komunikasi.

Selain hal-hal komunikasi yang baik diatas adapun beberapa etika dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut :
·           Jujur tidak berbohong
·           Bersikap dewasa tidak kekanak-kanakan
·           Lapang dada dalam berkomunikasi
·           Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
·           Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
·           Tidak mudah emosi / emosional
·           Berinisiatif sebagai pembuka dialog
·           Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
·           Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
·           Bertingkahlaku yang baik

3.3 Contoh Teknik komunikasi yang baik
·           Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan, gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
·           Menatap mata lawan bicara dengan lembut
·           Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
·           Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
·           Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
·           Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
·           Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara, menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
·           Menghargai pendapat, masukan atau kritik dari lawan bicara. Artinya tidak langsung membantah.
·           Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara, menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
·           Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat,  cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri) dan lain sebagainya.













IV.    PENTINGNYA MEMAHAMI TEORI KOMUNIKASI
4.1    Pengertian Teori Komunikasi
Teori komunikasi adalah satu pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan. Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang hendak dibuat.

4.2    Aspek Utama Bidang Komunikasi
Terdapat dua aspek utama yang dilihat secara tidak langsung dalam bidang komunikasi sebagai satu bidang pengkajian yang baru, yaitu:
1.        Aspek pertama ialah perkembangan dari beberapa sudut atau kejadian seperti
teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia.
-          Teknologi komunikasi contohnya radio, televisi, telefon, setelit, rangkaian komputer telah menghasilkan ide untuk mengetahui apakah kesan perkembangan teknologi komunikasi terhadap individu, masyarakat dan penduduk disebuah negara.
-          Perkembangan politik dunia, memperlihatkah bagaimana kesan politik terhadap  publik sehingga menimbulkan propaganda dan pendapat umum.
-          Perkembangan perindustrian seperti perminyakan dan perkapalan menuntut betapa
perlunya komunikasi yang berkesan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas agar mencapai maksud atau tujuan organisasi tersebut.
2.        Aspek kedua ialah dari sudut kajian di mana para pelajar berminat untuk mengkaji bidang-bidang yang berkaitan dengan komunikasi seperti mereka yang berasal dari bidang psikologi sosial mengkaji penggunaan teknologi baru terhadap kesan tayangan animasi kepada anak-anak , propaganda dan dinamik kelompok. penjelasan atas politik dunia seperti menganalisa propaganda Nazi yang mampu mempengaruhi pendengar sehingga mereka patuh dan bersatu.
Bidang komunikasi mengambil langkah dan maju kedepan setelah berlakunya pengembangan dari sudut teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia serta kajian-kajian yang telah dilakukan. Sehingga bidang komunikasi menjadi bidang pengkajian yang baru dan mulai diminati oleh banyak orang. Namun, bidang yang menjadi asas kepada bidang komunikasi ialah bidang-bidang sains sosial seperti sosiologi, pendidikan, psikologi sosial, pengurusan, antropologi dan psikologi.

4.3    Elemen Dasar Komunikasi
Elemen dasar komunikasi menjadikan objek studi tentang teori komunikasi, adapun elemen dasar komunikasi tersebut adalah;
·         Source (Sumber): unsur ini sebagai "sumber informasi", yang "menghasilkan pesan atau urutan pesan yang akan dikomunikasikan ke terminal penerima.
·         Sender (Pengirim): unsur ini sebagai "pemancar/penyebar", yang "beroperasi pada pesan dalam beberapa cara untuk menghasilkan sinyal yang cocok untuk meneruskannya melalui saluran tersebut. Oleh Aristoteles, unsur ini disebut "speaker" (orator)
·         Channel: saluran tersebut adalah "hanya media yang digunakan untuk mengirimkan sinyal dari pemancar ke penerima
·         Receiver (Penerima): penerima adalah "melakukan operasi kebalikan dari yang dilakukan oleh pemancar, dengan merekonstruksi pesan dari sinyal.
·         Destination (Tujuan): tujuan adalah "orang (atau suatu hal) kepada siapa pesan ini ditujukan".
·         Message (Pesan): dari bahasa Latin mittere, "untuk mengirim". Pesannya berupa sebuah konsepinformasi,komunikasi, atau pernyataan yang dikirim dalam bentuk, ditulis, direkam, atau bentuk visual verbal kepada penerima.
·         Feedback (Tanggapan)
·         Elemen entropik, positif dan negatif

4.4    Contoh Penerapan Teori Komunikasi
Berikut ini adalah contoh Penerapan Teori Komunikasi di bidang Pemasaran 
1.        Periklanan (advertising) 
       Merupakan suatu bentuk dari presentasi non- personal dan promosi dari suatu ide, barang atau jasa yang tidak gratis (berbayar) dan dilakukan oleh sponsor (perusahaan) yang teridentifikasi. Karakteristik dari iklan sendiri adalah bersifat non- personal, komunikasi satu arah, ada sponsor (khalayak yang peduli), dan bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku.Biasanya Advertising itu dipakai ketika suatu perusahaan ingin mengubah customer dari unaware, menjadi aware terhadap suatu brand. Promosi nonpersonal tersebut bisa dalam bentuk gagasan, barang, atau jasa. Contoh: Iklan media cetak, iklan media elektronik, brosur, buklet, poster, leaflet, billboard, dan lain-lain.
2.        Promosi penjualan(sales promotion) 
       Sales promotion merupakan istilah singkat dari penawaran nilai tambah dan berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa dan dirancang untuk menggerakkan dan mempercepat respons dari kosumen. Pada konsepnya,sales promotion digunakan untuk memotivasi konsumen agar melakukan aksi dengan membeli produk yang dipicu dengan adanya penawaran produk dalam jangka waktu terbatas. Contoh: Kupon, hadiah, diskon, produk, sample, pameran dagang,games dan lain-lain.
3.        Hubungan masyarakat dan publisitas(public relations & publicity)
       Membangun hubungan baik dengan publik terkait untuk memperoleh dukungan, membangun“citra perusahaan” yang baik, dan menangani atau mengklarifikasi isu, cerita, dan peristiwa yang dapat merugikan. PR dalam konsepsi IMC melakukan pekerjaan yang sangat luas dan beragam, tidak hanya bertugas mengumpulkan opini publik saja, tetapi juga bertugas mengatur corporate brand dan menjaga reputasinya. Sedangkan publisitas adalah stimulasin on personal terhadap permintaan barang, jasa, ide, dan sebagainya dengan berita komersial yang berarti dalam media massa, dan tidak berbayar untuk mempromosikan dan untuk melindungi citra perusahaan atau produknya. Contoh: Seminar, press release, sponsorship.

4.        Penjualan personal(personal selling)
       Personal Selling adalah komunikasi dua arah dimana seorang penjual menjelaskan fitur dari suatu brand untuk kepentingan pembeli. Dalam Personal Selling, dilibatkan komunikasi yang sifatnya tatap muka dan kegiatannya pada sekaramg ini terfokus pada pemecahan masalah dan penciptaan nilai bagi customer (lebih dikenal sebagai partnership). Dimensi dari partnership ini adalah, seorang sales personal harus memahami konsumennya dengan baik. Personal selling sendiri merupakan bagian dari direct marketing, namun perbedaan dasarnya adalah dalam personal selling, perusahaan yang dijembatani sales person berinteraksi secara tatap muka dengan customer. Interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi dalam rangka mensukseskan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Contoh: Presentasi penjualan, pameran dagang, dan program insentif.
5.        Pemasaran langsung (direct marketing) 
       Pada saat perusahaan ingin berhubungan langsung dengan konsumen tanpa melalui retailer ,maka digunakanlah direct- response marketing. Direct marketing merupakan salah satu fungsi IMC yang terdiri darifront-end dan back end operations.Front-end menyusun harapan-harapan dari konsumen yang mencakupthe offer (yakni segala sesuatu yang nyata maupun tidak dijanjikan oleh perusahaan guna mencapai perilaku konsumen yang diinginkan perusahaan, misal : penawaran harga khusus, garansi, dll), the database (mendapatkan data konsumennya dan menggunakan data itu untuk penawaran selanjutnya) dan the response (memberikan respon yang baik terhadap konsumen, misal : dengan membuattoll-free-lineuntuk layanan konsumen) sedangkan back end berusaha mempertemukan harapan konsumen dengan produk, mencakup fulfillment (yakni membuat produk atau informasi yang diminta oleh konsumen cocok, efektif dan tepat waktu). Contoh: Katalog, surat, telemarketing, faxmail,internet, dan lain-lain.




DAFTAR PUSTAKA

-          Sukaesih, Esih. 2010. Melaksanakan Komunikasi Bisnis. Bekasi: Galaxy Puspa Mega
-          http://kbbi.web.id/komunikasi












Tidak ada komentar:

Posting Komentar